5 Faktor Penyebab Sindrom Baby Blues Yang Wajib DiwaspadaiBaby blues merupakan salah satu sindrom yang banyak ditakuti pasca persalinan. Sindrom yang bisa memicu stress ini juga bisa menyebabkan gangguan bipolar jika tidak ditangani secara baik. baby blues bisa menyebabkan gangguan emosi pada ibu pasca melahirkan.

Bahkan jika sudah parah akan membuat produksi ASI menjadi terhambat. Efeknya pun bisa berpengaruh buruk pada bayi. terlebih ikatan antara ibu dan anak sangat kuat terutama pasca persalinan. Oleh sebab itu, sindrom satu ini wajib anda waspadai.

Penyebabnya sendiri kebanyakan berasal dari faktor internal ibu sendiri. selain itu faktor lingkungan sekitar juga bisa menyebabkan sindrom tersebut dialami ibu pasca melahirkan.

Bagi anda yang sedang mengandung wajib kiranya tahu apa saja penyebab baby blues sehingga pasca melahirkan nanti anda bisa lebih waspada dan bisa mencegahnya agar tidak menjangkiti anda. Nah, berikut ini ulasan selengkapnya untuk berbagai faktor penyebab baby blues.

Faktor Penyebab Sindrom Baby Blues

  1. Perubahan hormon

Pasca bersalin, wanita mengalami perubahan hormon yang drastis. Hormon progesteron serta senyawa kimia yang ada di dalam otak mengalami penurunan jumlah yang cukup besar. hal ini menyebabkan fungsi senyawa kimia dalam otak menjadi berubah dan mengakibatkan perubahan perilaku ibu pasca melahirkan.

Hal ini menjadi alasan mengapa emosi ibu hamil dan pasca melahirkan menjadi tidak stabil dan bisa mengarah ke sindrom baby blues.

  1. Kelelahan

Persalinan memang sangat melelahkan. Setelah berjuang melahirkan, seorang ibu juga mesti menyusui dan mengurus bayinya. Hal ini menyebabkan kondisinya menjadi sulit beristirahat.

Faktor kelelahan dan kurangnya istirahat mampu mempengaruhi emosi sehingga berpotensi terkena sindrom satu ini. maka tak heran jika emosinya menjadi tidak stabil dan sering menangis atau marah tanpa sebab atau untuk hal-hal kecil.

  1. Perasaan tanggungjawab

Sindrom baby blues juga bisa disebabkan karena pasca melahirkan, seorang ibu memiliki pikiran mesti memberikan ASI secara penuh. Rasa tanggungjawab ini membuat ibu hamil menjadi lebih sensitif.

Ditambah perubahan hormon pasca persalinan yang terjadi mengakibatkan perasaan mudah menyalahkan diri sendiri dan menganggap bersalah jika ASI yang dikeluarkan kurang terjadi pada ibu pasca melahirkan. Akhirnya sindrom baby blues pun tidak terelakan.

  1. Perasaan khawatir berlebihan

Rasa khawatir tidak mampu mengurus buah hati, khawatir ASI yang diproduksi kurang, dan berbagai perasaan khawatir lainnya akan membuat risiko baby blues menjadi semakin besar. maka dari itu penting sekali untuk selalu mendampingi ibu pasca melahirkan agar tidak membuat beban pikirannya bertambah. Dengan demikian, sindrom baby blues bisa dicegah.

  1. Kurang dukungan lingkungan sekitar

Kurangnya dukungan lingkungan sekitar bisa memperparah potensi resiko baby blues. Dukungan pasangan, keluarga, hingga lingkungan sekitar sangat efektif untuk membuat perasaan dan pikiran ibu pasca melahirkan menjadi lebih tenang.

Dukungan moril berupa semangat atau berbagai saran positif akan membuat perasaan dan pikiran hati menjadi lebih bahagia. Sindrom baby blues pun diharapkan tidak menjangkiti ibu pasca melahirkan ini.

Nah itu dia beberapa faktor yang bisa menyebabkan sindrom baby blues pasca melahirkan. Dukungan lingkungan sekitar sangat berpengaruh dalam mencegah kondisi yang berbahaya bagi kesehatan ibu dan bayi ini. Semoga bermanfaat.